ILMU KIMIA & TEORI ATOM



ILMU KIMIA







Apakah kalian sudah tau apa itu ilmu kimia ?  ya dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya kita sering berhubungan dengan ilmu kimia. Lebih spesifik lagi, kita telah melakukan kontak langsung dengan bahan-bahan kimia baik itu yang alami maupun bahan yang buatan. Yuk simak penjelasannya .

ILMU KIMIA adalah  Ilmu yang mempelajari tentang materi meliputi struktur materi, susunan materi, sifat materi, perubahan materi, dan energi yang menyertai perubahan materi . 
  
Mengelompokan Sifat-sifat Materi

Materi (zat) adalah segala yang memiliki massa menempati ruang.
Batu, kayu, daun, padi, air, udara merupakan beberapa contoh.

Sifat Ekstensif adalah sifat materi yang tergantung pada jumlah dan    ukuran zat misalnya volume, massa, dan berat .
Sifat Intensif adalah sifat materi yang tidak bergantung pada jumlah ukuran zat. Misalkan warna, abu, membeku, mencair, melarut, dan menguap




 TEORI ATOM




  

Pengertian Atom 

Banyak versi mengenai pengertian atom.  Salah satu konsep ilmiah tertua menyatakan bahwa semua materi dapat dipecah menjadi zarah (partikel) terkecil, dimana partikel-partikel itu tidak bisa dibagi lebih lanjut yang kemudian disebut atom. Jika dilihat dari asal katanya, atom berasal dari bahasa yunani  yang berasal dari 2 frasa “a” dan “tomos”, “a” berarti tidak dan “tomos” berarti memotong, jadi secara asal katanya pengertian atom adalah sesuatu yang tidak bisa dipotong (lagi)


Teori Atom Dalton


Teori atom yang paling tua dikenal yaitu teori atom Dalton. John Dalton merupakan seorang guru yang bersekolah di Negara Inggris yang telah mempublikasikan teorinya mengenai atom pada tahun 1808. John Dalton mengemukakan pendapatnya mengenai atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hokum, yaitu hukum susunan tetap ( prouts ) dan hukum kekekalan massa ( Lavoisier) . Lavosier mengatakan bahwa “ Massa total zat sebelum reaksi selalu sama dengan total zat hasil reaksi “. Prouts menyatakan bahwa “ Perbandingan suatu massa unsur dalam suatu senyawa akan selalu tetap “. Maka dari kedua hukum tersebut, Dalton telah mengemukakan pendapatnya mengenai atom sebagai berikut :

1.  Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi
2.  Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda
3.  Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
4.  Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru. 


 




Teori Atom J.J. Thomson

Pada tahun 1897, J.J. Thomson melakukan eksperimen dengan sinar katoda. Eksperimen tersebut menunjukkan bahwa sinar katoda terdefleksi (terbelokkan) oleh medan magnet maupun medan listrik. Hal ini menunjukkan bahwa sinar katoda merupakan radiasi partikel yang bermuatan listrik. Pada eksperimen dengan medan listrik, sinar katoda terbelokkan menuju ke arah kutub bermuatan positif. Hal ini menunjukkan bahwa sinar katoda merupakan radiasi partikel bermuatan negatif. Selanjutnya, partikel sinar katoda ini disebut sebagai elektron. Penemuan elektron ini kemudian mengacu pada kesimpulan bahwa di dalam atom terdapat elektron yang bermuatan negatif. Menurut model atom Thomson, elektron bermuatan negatif tersebar dalam bola bermuatan positif seperti model roti kismis, di mana kismis-kismis adalah elektron-elektron, dan roti adalah bola bermuatan positif.

Model atom J.J. Thomson 





Teori Atom Rutherford
Pada tahun 1911, Ernest Rutherford melakukan eksperimen menembakkan partikel α — partikel bermuatan positif — pada lempeng emas tipis. Ia menemukan bahwa sebagian besar partikel-partikel α tersebut menembus melewati lempeng emas, namun ada sebagian yang mengalami pembelokan bahkan terpantulkan. Hal ini mengacu pada kesimpulan model atom Rutherford: model inti, di mana dalam atom yang sebagian besar merupakan ruang kosong terdapat inti yang padat pejal dan masif bermuatan positif yang disebut sebagai inti atom; dan elektron-elektron bermuatan negatif yang mengitari inti atom.


Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai berikut:


Hasil percobaan Rutherford :

  


Teori Atom Bohr
Pada tahun 1913, Niels Bohr mengajukan model atom untuk menjelaskan fenomena penampakan sinar dari unsur-unsur ketika dikenakan pada nyala api ataupun tegangan listrik tinggi. Model atom yang ia ajukan secara khusus merupakan model atom hidrogen untuk menjelaskan fenomena spektrum garis atom hidrogen. Bohr menyatakan bahwa elektron-elektron bermuatan negatif bergerak mengelilingi inti atom bermuatan positif pada jarak tertentu yang berbeda-beda seperti orbit planet-planet mengitari matahari. Oleh karena itu, model atom Bohr disebut juga model tata surya . Setiap lintasan orbit elektron berada tingkat energi yang berbeda; semakin jauh lintasan orbit dari inti, semakin tinggi tingkat energi. Lintasan orbit elektron ini disebut juga kulit elektron. Ketika elektron jatuh dari orbit yang lebih luar ke orbit yang lebih dalam, sinar yang diradiasikan bergantung pada tingkat energi dari kedua lintasan orbit tersebut.




Teori Atom Mekanika Kuantum

Pada tahun 1924, Louis de Broglie menyatakan hipotesis dualisme partikel-gelombang — semua materi dapat memiliki sifat seperti gelombang. Elektron memiliki sifat seperti partikel dan juga sifat seperti gelombang. Pada tahun 1926, Erwin Schrödinger merumuskan persamaan matematis  yang kini disebut persamaan gelombang Schrödinger, yang memperhitungkan sifat seperti partikel dan seperti gelombang dari elektron. Pada tahun 1927, Werner Heisenberg mengajukan asas ketidakpastian Heisenberg yang menyatakan bahwa posisi elektron tidak dapat ditentukan secara pasti, namun hanya dapat ditentukan peluang posisinya. Teori-teori — dualisme partikel gelombang, asas ketidakpastian Heisenberg, dan persamaan Schrödinger—ini kemudian menjadi dasar dari teori atom mekanika kuantum. Penyelesaian persamaan Schrödinger menghasilkan fungsi gelombang yang disebut orbital. Orbital biasanya digambarkan seperti awan elektron, di mana kerapatan awan tersebut menunjukkan peluang posisi elektron. Semakin rapat awan elektron maka semakin tinggi peluang elektron, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, model atom mekanika kuantum disebut juga model awan elektron.





Sumber :

Terimakasih buat yang sudah berkunjung di blog saya, Sekian pembahasan saya mengenai Ilmu Kimia & Teori Atom. Semoga mudah di pahami dan bermanfaat. Mohon maaf jika terdapat kesalahan kata . jangan lupa like & coment ya 😄

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Komentar

  1. Mantap kakakk👍🏻👍🏻👍🏻

    BalasHapus
  2. Mantapp.. Ditunggu postingan selanjutnya

    BalasHapus
  3. Bagus sekali kak dan bermanfaat

    BalasHapus
  4. Bagus rapi,ditunggu postingan selanjutnya ����

    BalasHapus
  5. Sgt bermanfaat dan membantu terimakasih

    BalasHapus
  6. Pelajaran yg disukai Pas SMA nih

    BalasHapus
  7. Terima kasih kakak, sangat membantu

    BalasHapus
  8. Trimakasih kakak sangat nembantu

    BalasHapus
  9. Terimakasih penjelasanya Mudah dimengerti

    BalasHapus
  10. Bagus Dek, mulai aktif posting dan sharing Ilmu disini. Ditunggu sharing selanjutnya.

    Om Eko

    BalasHapus
  11. Kerenn kak. Ditunggu postingan selanjutnya!!

    BalasHapus
  12. Makasih ya kak ditunggu di postingan selanjutnya ya!

    BalasHapus
  13. Bagus kak , ditunggu postingan selanjutnyaa yaa

    BalasHapus
  14. Akhirnya aku bisaa mengerti terimakasih yaaaaa hetty

    BalasHapus

Posting Komentar